Free Ride: Jogja (Kembali) Bersepeda adalah sebuah program partisipatoris untuk menghidupkan budaya bersepeda sebagai tindakan nyata terhadap masalah ekonomi, lingkungan dan sosial.
   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Feb 5, 2006
Peta Hijau Sepeda Yogyakarta 2006 kerjasama Greenmapper Jogja & Kinoki Dalam rangkaian program Free Ride:Jogja (Kembali) Bersepeda
Proyek ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah lingkungan dan hak aksesibilitas pemakai jalan non-motor, terutama pengendara sepeda. Hal apa saja yang ingin diangkat ke dalam media Peta Hijau ini adalah hal-hal yang menjadi faktor pendukung dan ancaman kehidupan/kegiatan bersepeda dan kegiatan non-motor lainnya, mulai dari masalah konsep/wacana, kebijakan, infrastruktur, hingga lingkungan yang mendukung dan mengancam, baik dalam kondisi saat ini maupun bayangan/rekomendasi ke depan.

Relawan:
Pada saat ini sudah ada sejumlah relawan dari berbagai latar belakang yang telah memastikan diri terlibat dalam proyek ini. Sebagian besar adalah mahaiswa dan tidak pasti bersepeda. Kebanyakan adalah pengendara sepeda motor ;p.
Kesempatan menjadi relawan terbuka hingga proyek ini selesai dengan menghubungi Koordinator (Elida Kinoki). Dengan turut serta memberi ide, masukan, atau mengisi dan mengirimkan formulir survei, kamu sudah otomatis menjadi relawan proyek ini. Siapapun silakan datang ke acara-acara pertemuan yang sudah diagendakan!

Kawasan yang dipetakan:
Proyek ini memetakan wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya tanpa batasan tegas. Agar proses yang dijalani lebih mudah, setiap relawan hanya wajib memetakan kawasan dan jalur yang biasa ia lalui dari tempat tinggalnya hingga tempat domisili (sekolah, tempat kerja, tempat favorit, dsb).

Apa saja yang dipetakan:
Ada beberapa hal yang diputuskan akan dipetakan, meliputi tiga kategori utama, yaitu:
1. Driving (Berkendara)
- infrastruktur, fisik jalan (baik/buruk), kubangan, halte liar, tempat parkir, jalur khusus, jalur/kawasan teduh, jalur berbahaya (secara fisik).
- rekomendasi jalur alternatif (jalur menghindari kemacetan, tanjakan, turunan, jalur berbahaya, dsb), baik siang maupun malam.
- aspek sosial budaya (peraturan hukum, sopan santun melewati kawasan tertentu, perilaku pengendara, kawasan rawan kriminalitas, dsb)

2. Resting (Istirahat)
- Warung, Kedai, dan semacamnya
- Tempat-tempat sahabat sepeda, yaitu tempat (apapun) yang melayani pengendara sepeda dengan baik, seperti menyediakan parkir khusus sepeda, air minum gratis, tempat istirahat, toilet, dll.
- Oase, yaitu tempat-tempat yang bisa dinikmati ketika bersepeda atau beristirahat untuk ketenangan/kepuasan batin (meliputi pemandangan indah/menarik, ruang publik, tempat ibadah, karya seni di ruang publik, dsb)

3. Lain-lain
- jalur sepeda dan kisah di baliknya (jalur bersejarah, jalur para penglaju, dsb)
- pasar sepeda
- bengkel/servis sepeda
- komunitas pesepeda
- aksesoris sepeda
- tips-tips bersepeda
- pernyataan/tuntutan pengendara sepeda
- sejarah sepeda (umum dan lokal Yogyakarta)
- cerita dan fakta (ber)sepeda di Yogyakarta
- tokoh (ber)sepeda (umum dan lokal Yogyakarta)


.... hal-hal di atas masih terbuka untuk dikritisi dan dikembangkan. Silakan beri masukan agar proses ini bisa mendapatkan hasil yang optimal!

Koordinasi survei lapangan:
1. Survei mandiri
Survei dilakukan secara mandiri oleh setiap relawan. Data yang didapat akan dikumpulkan ke pusat pengumpulan data di Kinoki dan Sekretariat Greenmapper Jogja atau kirim ke email keduanya. Akan ada situs blog yang akan diaktifkan untuk proyek ini (greenmapsepeda.blogdrive.com). Setiap hari Minggu sore (pk. 16.00) diadakan pertemuan di Kinoki untuk mengkompilasikan data-data yang terkumpul.
2. Survei terpadu/terjadwal
Sebulan sekali akan diadakan survei bersama ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau proses pemetaan mandiri. Lokasi sasaran dan waktunya akan ditentukan kemudian berdasarkan kesepakatan.

Jadwal:
25 - 26 Januari 2006 - Workshop
30 Januari 2006 - Pengambilan Tools Kit
5 Februari 2006 - Kompilasi data, Diskusi I
12 Februari 2006 - Kompilasi data, Diskusi II
19 Februari 2006 - Review Data I
26 Februari 2006 - Kompilasi data, Diskusi III
5 Maret 2006 - Kompilasi data, Diskusi IV
12 Maret 2006 - Review Data II
19 Maret 2006 - Kompilasi data, Diskusi V
26 Maret 2006 - Review Data III (Pembuatan Draft Final)
Minggu Akhir Maret 2006 - Desain peta
April 2006 - Peluncuran Peta Hijau Sepeda Yogyakarta 2006

Catatan: - Pertemuan diadakan di Kinoki setiap hari Minggu pk 16.00 WIB.
- Sesi diskusi diisi dengan presentasi dan diskusi materi-materi untuk memperkaya pemahaman relawan mengenai isu yang sedang digarap, misalnya mengenai sejarah sepeda di Yogyakarta, Undang-Undang Lalu Lintas, teknis (ber)sepeda, tukar pengalaman bersepeda di kota lain atau di negara-negara lain, dsb.

Peralatan dan perlengkapan survei:
- Alat tulis
Jelas untuk menulis, bisa pula untuk menggambar.
- Buku catatan lapangan/notes
Ya untuk mencatat apa-apa yang ditemui di lapangan atau ketika wawancara, bisa juga untuk nggambar, bisa juga buat nulis puisi, dsb
- Formulir survei
Formulir ini akan disediakan di beberapa titik di Yogyakarta. Siapa pun bisa mengambil dan mengisinya untuk kemudian dikirimkan ke Kinoki atau Sekretariat Greenmapper Jogja. Titik-titik tersebut akan kami informasikan nanti.
- Peta Kota Yogyakarta dan sekitarnya
Peta ini wajib agar bisa ploting di lapangan. Kami baru menyiapkan format peta yang akurat, tidak terlalu besar, dan mudah dibaca. Peta tersebut akan dijadikan satu dengan formulir survei agar mudah digunakan saat survei dan mudah direview.
- Kamera foto / video (optional)
Kalau ada akan asyik jika bisa sekalian merekam fenomena-fenomena yang menarik di lapangan.
- Voice recorder (optional)
Asyik juga jika kita bisa merekam wawancara secara langsung.
- Kompas / GPS (optional)
Akan memudahkan kita ketika survei di lapangan dan membaca peta serta menentukan titik lokasi dengan akurat.

Data pendukung: Setiap relawan bisa mengumpulkan berbagai data pendukung untuk memperkaya Peta Hijau Sepeda ini, mulai dari artikel, buku, foto, hingga video atau film. Data-data yang didapat bisa dikumpulkan di Kinoki atau Sekretariat Greenmapper Jogja atau upload saja ke situs blog ini. Kita bisa diskusikan semua itu pada pertemuan Minggu sore.


Kontak:
1. Kinoki - bukan bioskop bukan coffeshop
Jl. Tirtodipuran No. 02 Yogyakarta
Buka Selasa - Minggu pk 18.00 - 24.00
Kontak : Elida (0274 - 384 927 / 0817 4114 573)
e-mail : kinoki.jogja@gmail.com
milis : kinoki.jogja@googlegroups.com

2. Greenmapper Jogja - Komunitas Peta Hijau Yogyakarta
Jl. Kaliurang Km 5 Gg. Srikaloka CT II/12 Yogyakarta 55281
Kontak : Elanto W./Joyo (0815 7865 8586), Anang S. (0815 7800 9382), Rohman H. (0818 277 647)
e-mail : greenmapper_jogja@yahoo.com
website: www.greenmap.or.id (Indonesia), www.greenmap.org (internasional)

Posted at 01:51 pm by sicutdei
Comment (1)  

 
Feb 1, 2006
ayo buat peta hijau sepeda!
Komunitas peta hijau atau green map jogja bersama kinoki dalam rangkaian program Free Ride:Jogja (kembali) Bersepeda, melaksanakan workshop Peta Hijau Sepeda, yaitu suatu pemetaan terhadap potensi sosial dan budaya  sepeda.

Setiap relawan yang bergabung akan dilengkapi dengan tool kit, yaitu seperangkat alat yang dapat dijadikan patokan dalam pengerjaan teknisnya.

data yang dikumpulkan oleh masing-masing relawan akan dikopilasikan dalam pertemuan rutin yang dijadwalkan berlangsung setiap hari minggu, jam 4 sore di kinoki jl.Tirtodipuran no.2 Jogjakarta. selain memadukan data, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk dapat membahas materi non teknis lain yang secara tematis berkaitan dengan pembuatan peta hijua sepeda ini, misalnya sejarah jogja sebagai kota sepeda, peraturan lalu lintas bagi sepeda dan lain sebagainya.

program ini bersifat terbuka dan partisipatoris,  yang berarti setiap orang dapat ikut dan memberi kontribusinya baik melalui ide kreatif, materi workshop maupun terjun langsung sebagai tim kerja pembuatan peta hijau sepeda.

kordinasi dan komunikasi dapat melalui blog greenmapsepeda.blogdrive.com, sahabatsepeda.blogdrive.com ataupun mailing list greenmapper_jogja@yahoogroups.com, atau langsung ke pertemuan mingguan jam 4 sore.

ayo, buat peta hijau sepeda!

Posted at 05:39 pm by sicutdei
Make a comment  

 
Jan 8, 2006
Free Ride:Green Map Sepeda
Green Map adalah peta yang dibuat oleh komunitas lokal yang memetakan potensi alam dan budaya suatu kawasan.Dengan menggunakan metode yang mudah diadaptasi serta konsep ikon Green Map sebagai bahasa visual global untuk menyoroti sumberdaya-sumberdaya "hijau" , Green Map mengelola partisipasi masyarakat lokal dan keberlanjutannya di ratusan tempat di dunia.

Free Ride:Jogja (Kembali)Bersepeda, pada januari ini bergulir ke program berikutnya, yaitu Green Map Sepeda.Secara singkat Green Map Sepeda adalah pemetaan lokasi dan lingkungan yang nyaman bagi pesepeda dan pengumpulan berbagai titik penting maupun berbahaya bagi pengguna sepeda. Selain dapat memenuhi tujuan praktis, Green Map Sepeda juga diharapkan dapat menjadi salah satu titik keberangkatan kita dalam mewujudkan dunia gagasan ke dalam realita.

Pengerjaan Green Map yang terdahulu nyata menggunakan berbagai metode yang cukup unik dan inspiratif (kunjungi www.greenmap.or.id untuk indonesia dan www.greenmap.org untuk internasional), sehingga selain membutuhkan tim yang memiliki kepedulian dan komitmen terhadap isu terkait, pelatihan dasar (workshop) merupakan salah satu prosedur mutlak. Bekerja sama dengan Greenmapper Jogja komunitas Green Map lokal untuk DIY, pelatihan bagi Free Ride:Green Map Sepeda dijadwalkan akan berlangsung di Kinoki pada 24-25 Januari 2006 pukul 17.00 Wib sampai selesai. Pelatihan singkat ini diharapkan dapat menjadi ajang interaksi yang cair pagi para bakal greenmapper sepeda dan meminimalisir masalah di lapangan dengan membekali peserta dengan materi dasar bagaimana membuat peta melalui pendekatan kultural dan alamnya.

info lebih lanjut hubungi greenmapper_jogja@yahoo.com atau kinoki.jogja@gmail.com!

Posted at 07:47 pm by sicutdei
Make a comment  

 
Dec 29, 2005
FREE RIDE: JOGJA (KEMBALI) BERSEPEDA
A.Pendahuluan: Mengapa bersepeda ?
"Bagi saya, sepeda adalah teman yang ajaib. Saya sangat kagum dengan kerja "mesin kecil" yang menempel pada ragangan sepeda itu. Sebuah alat kecil yang "canggih", futuristik dan sekaligus kuno disisi lain." –cyclistreport
Sebuah deskripsi yang menarik tentang sepeda seperti pernyataan pembuka di atas tidak lagi lazim terdengar kini. Terlebih dalam masyarakat yang secara pasti bergerak menuju sikap mengkonsumsi tanpa henti, sepeda hanyalah suatu pijakan awal sebelum kendaraan bermotor.

Mengapa bersepeda, adalah sebuah pertanyaan sederhana yang telah menuai beragam jawaban. Walau dapat menimbulkan diskusi panjang dengan sudut pandang yang berlapis, seringkali reaksi langsung yang diterimanya adalah gelengan kepala. Bagi segelintir orang yang (mencoba) secara konsisten memilih sepeda sebagai alat transportasi utama –juga terkait dengan hobi, segala isu lingkungan dan kesehatan, maupun solidarisme kelompok- ia bukan lagi sebentuk besi beroda yang menyenangkan melainkan telah bertransformasi sebagai alternatif yang mampu menjadi jawaban yang sederhana bagi beberapa masalah sepele yang terakumulasi, bagai sebuah bola salju yang menggelinding jatuh: polusi, masalah energi, kemacetan. Mengendarai sepeda pun menjadi sebuah sikap politik dari individu yang merasa paling apolitis sekalipun.


B. Free Ride: Jogja (Kembali) Bersepeda


Walau pernah dikenal dengan sebutan kota sepeda, tanpa harus membuka mata lebar-lebar, kita semua tahu bahwa Jogjakarta sama sekali tidak berada dalam zona ramah sepeda. Lupakan segala romantisme itu jika infra struktur dan tingkat kesadaran yang paling sederhana seperti ketersediaan tumbuhan sebagai supplier oksigen maupun jalur sepeda atau pemakaian properti pengaman yang tidak diindahkan bahkan oleh pesepeda sendiri. Bagaimana pula dengan pencanangan hari Jumat sebagai hari bersepeda oleh pemerintah kota? Tinggal slogan cantik yang terlantar di sudut kota.


Sebagai respon terhadap kondisi diatas, Kinoki, Cyclistreport, dan Green Map Jogja berinsiatif untuk mengadakan program yang bersifat terbuka dan partisipatoris. Secara sederhana, program ini membuka diri terhadap setiap individu, komunitas dan lembaga yang tertarik dan peduli terhadap isu yang dikembangkan untuk berinteraksi dan berpartisipasi aktif dalam usaha perwujudannya.


Free Ride: Jogja (Kembali) Bersepeda bukan saja kampanye untuk kembali memasyarakatkan sepeda sebagai alat transportasi yang murah, sehat dan ramah lingkungan, lebih dari itu suatu upaya dalam membangun kesadaran umum terhadap pengadaan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk kenyamanan masyarakat bersepeda.
Pengendara sepeda secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama yaitu bersepeda berdasarkan hobi, berdasarkan ideologi tertentu, serta bersepeda sebagai satu-satunya alat transportasi yang mungkin dimiliki. Berdasarkan pemetaan tersebut, masalah sepeda dalam lingkup urban / perkotaan kemudian dapat dirinci sebagai berikut:

1.Jalan Raya / Umum Masalah yang ditemukan ketika pesepeda maupun masyarakat non mesin lainnya (pejalan kaki, andong, becak) mengakses jalan raya adalah adanya suatu pandangan yang arogan bahwa jalan raya semata milik kendaraan bermotor. Tidak adanya rambu dan parkiran khusus sepeda, trotoar yang semakin sempit, dan kendaraan bermotor yang melaju dengan kecepatan tinggi menggusur ruang bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki.


2.Lingkungan Hidup Polusi dari kendaraan bermotor yang semakin tinggi tidak dapat diimbangi dengan jalur hijau yang dibangun pemerintah. Taman kota yang harusnya menjadi paru-paru kota telah direduksi fungsinya sebagai unsur keindahan belaka.

3.Kondisi Sosial Pengendara sepeda dianggap menganggu kelancaran lalu lintas, sehingga seringkali harus tersingkir dari jalan raya, dan berbagi bahu jalan dengan pejalan kaki dan pedagang keliling. Anggapan ini juga terbangun karena pemikiran bahwa sepeda hanyalah langkah awal berkendaraan sebelum mencapai kendaraan bermotor, sehingga secara status ekonomi dan sosial mereka yang (masih) bersepeda secara tidak langsung dapat digolongkan sebagai "warga kelas dua".


C. Aksi Langsung : Sahabat Sepeda !


Menyimak pemaparan tersebut, aksi langsung kiranya merupakan sesuatu yang realistis dan mendesak. Program ini berupaya untuk menggalang aksi langsung berdasarkan segala insiatif yang mungkin dilakukan oleh setiap individu/ komunitas/ lembaga yang peduli, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Bagi individu/ komunitas/ lembaga yang ingin membagi sedikit ruang privat/komersilnya, berikut beberapa langkah yang dapat ditempuh:

1.Memasang tanda sahabat sepeda, dapat mengikuti logo yang sudah ada tanpa menutup kemungkinan untuk menciptakan sendiri logo sesuai dengan karakter masing-masing partisan dengan tetap mengindahkan fungsi komunikatifnya.

2.Dengan menjadi sahabat sepeda, berarti anda bersedia menyokong berbagai (beberapa) fasilitas yang dibutuhkan oleh pesepeda, antara lain parkiran sepeda, air minum gratis, kamar mandi/ pancuran (shower) untuk menyegarkan diri, dll.

3.Berpartisipasi dalam mengkampanyekan sepeda sebagai alat transportasi, melalui berbagai media yang dimiliki (dapat diakses) oleh partisan. Secara nyata, dapat berupa sokongan terhadap ketersediaan materi (film/video, tulisan di media massa, buletin, jurnal penelitian, dll) dalam pertemuan rutin Free Ride:Jogja (Kembali) Bersepeda yang telah disepakati bersama, atau memasukkan isu ke dalam program reguler masing-masing partisan, sebagai satu bagian yang menyatu dengan ideologi maupun bidang yang sudah ditekuni selama ini.

Langkah-langkah di atas hanyalah sebagian contoh kecil dari aksi langsung yang dapat dilakukan oleh setiap individu/ komunitas/ lembaga yang ingin berpartisipasi aktif sebagai bukti nyata kepeduliannya. Segala kemungkinan pengembangan aksi dapat dijajaki bersama dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing partisan. Inti dari peluncuran Sahabat Sepeda adalah membangun kepedulian massal terhadap isu ini melalui tindakan nyata dengan menghindari sentralistik pada satu kelompok atau wilayah saja. Free Ride : Jogja (Kembali) Bersepeda maupun menjadi Sahabat Sepeda, tidak berusaha menjadi jawaban utama atas segala permasalahan besar yang ada, hanyalah suatu tindakan kecil untuk mengatasi beberapa masalah remeh yang telah menggunung. Sebuah gunung polusi, kemacetan, masalah penghematan energi dan uang, serta entah apa lagi yang sangat mungkin dirobohkan dengan "hanya bersepeda".
Mari, jadilah Sahabat Sepeda !









Posted at 10:41 pm by sicutdei
Make a comment